• header
  • header
  • header

PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU (PPDB) SDIT BINA MUJTAMA TA. 2018/2019 SUDAH DIBUKA, SEGERA DAFTARKAN PUTRA PUTRINYA, PESERTA TERBATAS

Pencarian

Login Member

Username:
Password :

Kontak Kami


SDIT BINA MUJTAMA'

NPSN : 69774829

Jl. KH. Mudham / Tugu Holid RT.04/03 No.72 Pondok Manggis, Bojong Baru, Bojong Gede Bogor


admin@sdit-binamujtama.sch.id

TLP : 021-87984652


          

Banner

Agenda

14 December 2017
M
S
S
R
K
J
S
26
27
28
29
30
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
1
2
3
4
5
6

Statistik


Total Hits : 163967
Pengunjung : 46949
Hari ini : 15
Hits hari ini : 47
Member Online : 3
IP : 54.226.113.250
Proxy : -
Browser : Opera Mini

Pendidikan di SDIT Bina Mujtama' merupakan sistem pendidikan yang memperhatikan tiga unsur pembentuk peserta didik (Diniyyah, Ilmiyyah dan Insaniyyah). Sedangkan terpadu disini meliputi Kurikulum, Kegiatan Pembelajaran, Peran serta dan Budaya Sekolah.

 

a. Kurikulum

Yakni mengintegrasikan kurikulum pendidikan umum dan agama, baik dalam pengertian kuantitatif maupun kualitatif. Pengertian kuantitatif berarti memberikan porsi pendidikan umum dan agama secara seimbang. Sementara pengertian kualitatif berarti menjadikan pendidikan umum diperkaya dengan perspektif agama, dan pendidikan agama diperkaya dengan pendidikan umum. Dengan memadukan kurikulum umum dan agama dalam suatu jalinan kegiatan belajar mengajar. Maka diharapkan peserta didik dapat memahami esensi ilmu dalam perspektif yang utuh. Mengetahui sesuatu untuk tujuan manfaat dan maslahat, dan mengamalkan keimanan dengan ilmu dan pengetahuan yang luas.

 

b. Kegiatan Pembelajaran

Yakni memadukan secara utuh ranah kognitif, afektif dan psikomotorik dalam seluruh aktivitas belajar, konsekwensinya,  seluruh kegiatan belajar harus menstimulasi ketiga ranah tersebut dengan menggunakan berbagai pendekatan (metode dan sarana) belajar. Belajar tidak boleh lagi hanya pada pembahasan-pembahasan konsep dan teori belaka. Setiap pokok bahasan harus berupaya menarik minat anak terhadap pokok bahasan serta membimbing mereka untuk masuk pada dunia aplikasinya. Belajar melalui pengalaman (experential learning) menjadi suatu pendekatan yang sangat diperhatikan di sekolah. Dengan pendekatan langsung pada praktek yang memberikan pengalaman nyata kepada peserta didik tentang pokok bahasan, experential learning juga akan menumbuhkan semangat dan motivasi belajar yang tinggi, karena suasana menyenangkan dan menantang akan selalu mereka dapatkan. Proses pembelajaran juga melibatkan semua intelgensi (multiple inlligences).

Oleh karena itu pendekatan yang dilakukan dalam mengoptimalkan pendekatan belajar mestilah berbasis student active learning. Siswa mesti dirangsang untuk aktif terlibat dalam setiap aktivitas dan guru lebih kepada fungsi fasilitator dan motivator. Beberapa pendekatan yang dapat dikembangkan untuk memacu seluruh sisi intelgensi antara lain dengan menggunakan model : case study, project, servise learning, thematic laerning, dan performance learning.

 

c. Peran serta

Yakni melibatkan pihak orang tua dan kalangan eksternal (masyarakat) sekolah untuk berperan serta menjadi fasilitator pendidikan para peserta didik. Orangtua harus ikut secara aktif memberikan dorongan dan bantuan baik secara individual kepada putera-puterinya maupun kesertaan mereka terlibat didalam sekolah dalam serangkaian program yang sistematis. Keterlibatan orangtua memberikan pengaruh yang sangat signifikan dalam meningkatkan performance sekolah. Hubungan yang kuat antara sekolah dan orangtua merupakan salah satu ciri dari sekolah kami. Beberapa program kerjasama dengan orangtua yang dapat dikembangkan antara lain dalam hal pengembangan kurikulum, pengayaan program kelas, peningkatan sumber daya pendanaan, pemantauan bersama kinerja siswa, perayaan peningkatan kesejahteraan guru, pengembangan organisasi dan manajemen.

 

d. Iklim Sekolah

Yakni lingkungan pergaulan, tata hubungan, pola perilaku dan segenap peraturan yang diwujudkan dalam kerangka nilai-nilai islam yang syar’i maupun yang kauni. Nilai islam yang syar’i melandasi segala aspek perilaku dan peraturan yang mencerminkan akhlak karimah. Sedangkan nilai islam yang kauni mewujud dalam pola penataan lingkungan yang sesuai dengan hukum-hukum alam, seperti penataan kebersihan, kerapihan, keteraturan, keefektifan, kemudahan, kesehatan, kelogisan, keharmonisan, keseimbangan dan lain sebagainya.