• header
  • header
  • header

PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU (PPDB) SDIT BINA MUJTAMA TA. 2018/2019 SUDAH DIBUKA, SEGERA DAFTARKAN PUTRA PUTRINYA, PESERTA TERBATAS

Pencarian

Login Member

Username:
Password :

Kontak Kami


SDIT BINA MUJTAMA'

NPSN : 69774829

Jl. KH. Mudham / Tugu Holid RT.04/03 No.72 Pondok Manggis, Bojong Baru, Bojong Gede Bogor


admin@sdit-binamujtama.sch.id

TLP : 021-87984652


          

Banner

Jajak Pendapat

No Poles setup.

Statistik


Total Hits : 163959
Pengunjung : 46949
Hari ini : 15
Hits hari ini : 39
Member Online : 3
IP : 54.226.113.250
Proxy : -
Browser : Opera Mini

Status Member

Pengabdian Masyarakat Politeknik Negeri Jakarta di SDIT Bina Mujtama




YAYASAN BINA MUJTAMA' BEKERJASAMA DENGAN POLITEKNIK NEGERI JAKARTA DALAM LATIH GURU SDIT BINA MUJTAMA' MENDIRIKAN KOPERASI SYARIAH


Yayasan Bina Mujtama' bekerjasama dengan Program Studi Keuangan dan Perbankan Syariah – Politeknik Negeri Jakarta  menyelenggarakan pelatihan Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah (KSPPS) bagi para guru SDIT Bina Mujtama’ Bojong Gede pada 14-15 Oktober 2017 di SDIT Bina Mujtama’, Bogor.


Pelatihan ini sendiri diikuti oleh 25 orang, terdiri dari guru pengajar dan perwakilan orang tua siswa yang tergabung dalam Komite sekolah SDIT Bina Mujtama’ Bojong Gede, Bogor, Jawa Barat.


Ketua Yayasan Pendidikan Bina Mujtama’ – H. Agus  Mulyana menyambut positif upaya pengabdian masyarakat, Jurusan Akuntansi Program Studi Perbankan Syariah Politeknik Negeri Jakarta tersebut.


“Program pelatihan ini penting sekali buat masyarakat. Hal ini bisa mendorong tumbuh kembang ekonomi masyarakat. Karena dengan adanya koperasi syariah yang merupakan lembaga keuangan mikro, akan membantu masyarakat kelas bawah dalam hal permodalan dan pembiayaan-pembiayaan umumnya dalam perekonomian,” papar H. Agus Mulyana.


Menurut H. Agus Mulyana, dengan menggunakan sistem syariah tersebut di atas, maka  masyarakat tata cara berekonominya akan berprinsip secara syariah, sehingga bisa lebih dekat dan mendapatkan ridho Allah SWT.


“Kita menginginkan, masyarakat memahami Islam tidak hanya dalam kontek ibadah utama saja, akan tetapi masyarakat juga perlu memahami islam dalam sisi yang lain, seperti cara berekonomi sacara Islam,” lanjut H. Agus Mulyana.


“Dengan pelatihan koperasi simpan pinjam dan pembiayaan syariah (KSPPS) ini, maka menjadi wasilah kita untuk mendekatkan masyarakat dengan ajaran Islam,” ungkap H. Agus Mulyana lagi.


Program pelatihan koperasi simpan pinjam dan pembiayaan syariah ini adalah bagian dari pelaksanaan pengabdian masyarakat Jurusan Akuntansi Program Studi Perbankan Syariah Politeknik Negeri Jakarta.


Menurut Sekretaris Jurusan Akuntansi Program Studi Perbankan Syariah Politeknik Negeri Jakarta – Supriatnoko, program pengabdian masyarakat dalam bentuk pelatihan koperasi syariah ini dilakukan setiap tahun oleh Prodi D4 Keuangan dan Perbankan Syariah-Politeknik Negeri Jakarta. Tujuannya diantaranya ingin mengenalkan ekonomi syariah di masyarakat dengan melakukan sosialiasi dan edukasi ke masyarakat. Salah satunya pelatihan koperasi syariah ini.


Dengan seperti itu, lanjut Supriatnoko, ada dua aspek yang akan dicapai, yaitu masyarakat akan paham tentang ekonomi syariah dan masyarakat akan mempraktekkan prinsip-prinsip syariah dalam perekonomian.


“Hal yang sulit kita hadapi adalah masyarakat pada umumnya lebih familiar dengan sistem bunga dari pada sistem bagi hasil yang sesuai dengan ajaran agama Islam. Inilah tantangan kita,” tegas Supriatnoko.


Sementara itu, Ketua Pelaksana Program Pengabdian Masyarakat  Jurusan Akuntansi Program Studi Perbankan Syariah Politeknik Negeri Jakarta – A. Bakhrul Muchtasib, SEI., M.Si, menyampaikan, bahwa dengan pelatihan dan pendirian KSPPS di SDIT Bin Mujtama’ Bojong Gede Bogor seperti ini, maka masyarakat mendapat manfaat yang besar dalam pembinaan secara langsung dalam bidang ekonomi.


“Sebagaimana pengalaman beberapa masyarakat di Indonesia yang telah mendirikan KSPPS untuk membina masyarakat. KSPPS yang dikelola dengan baik akan memberikan ’multiflier effect’ bagi masyarakat sebagai stakeholders,” papar Bakhrul.


Bakhrul menjelaskan, bahwa keberadaan KSPPS akan memberikan manfaat bagi masyarakat umum. Setidaknya  yang pertama, bagi masyarakat umum yang membutuhkan dana, KSPPS dapat menjadi alternatif pemenuhan kebutuhan atas lembaga keuangan.


“Banyak masyarakat kelas bawah yang tidak dapat disentuh oleh lembaga keuangan seperti Bank dan sejenisnya, terutama di kalangan pedesaan, usaha mikro dan kecil. Masyarakat kelas bawah seperti ini banyak yang tidak memenuhi persyaratan perbankan. Sehingga KSPPS akan menjadi alternatif sumber memperoleh pembiayaan, maupun tempat menyisihkan sebagian pendapatan dalam bentuk tabungan maupun simpanan/titipan. Selain manfaat ekonomi, KSPPS dapat memberikan manfaat sosial bagi masyarakat, berupa peningkatan etos kerja, peningkatan rasa solidaritas dan kerjasama antar anggota masyarakat,” jelas Bakhrul.


Lalu manfaat yang kedua, lanjut Bakhrul, bagi masyarakat yang kelebihan dana KSPPS dapat menjadi alternatif investasi. Dewasa ini sektor usaha mikro, kecil dan menengah sedang terus tumbuh, sehingga menjadi  pilihan menarik untuk menempatkan dana di lembaga keuangan mikro, seperti KSPPS.


Sementara yang ketiga, jelas Bakhrul lagi,  bagi pengurus, KSPPS dapat menjadi pilihan yang tepat mewujudkan tanggung jawab sosial untuk ikut serta mendorong kemakmuran masyarakat di lingkungannya.


”Tidak seperti program charity, model seperti ini efektif untuk mendidik masyarakat kelas bawah agar lebih mandiri dan tidak manja terhadap bantuan-bantuan sosial,” demikian tutup Bakhrul Muchtasib.



Share This Post To :




Kembali ke Atas


Berita Lainnya :




Silahkan Isi Komentar dari tulisan berita diatas :

Nama :

E-mail :

Komentar :

          

Kode :

 

Komentar :


   Kembali ke Atas